60 juta untuk KTM Duke 200, worthed?


Ngomongin motor di pasar khusus emang ga ada habisnya. Termasuk lilbro dari duke series. Memulai debut dari 125cc, sambutannya luar biasa masbro. Ga heran banyak pengembangan dari motor satu ini (duke 200, 390, RC series).

image

Masuk indonesia ternyata hanya Duke200 saja yang dijual. Ga tanggung2 angka 60 juta langsung dipasang untung memaharkan 1 unit on the road. Lantas apa saja yang membedakan dengan saudara jauhnya (pulsar 200 ns)? Cekidot

1. Branding
KTM di indonesia lebih dikenal sebagai mocin (padahal beda pabrikan :lol:), tapi di negeri luar sana lebih dikenal sebagai pemenang ajang rally dan motocross. Secara ga langsung ada kebangaan dong bisa memiliki motor yang punya “titel” :lol:

2. Limited
Punya motor yang populasinya sedikit ada suka ada dukanya. Sukanya jelas,  gampang jadi pusat perhatian orang saat di jalan atau saat kongkow. Dukanya ya harap maklum sparepart yang tersedia terbatas. Tapi at least gengsi juga ikutan naik dengan uang yang dibayarkan. Biasanya barang langka kan emang harus ditebus dengan harga tinggi :mrgreen:

3. Kualitas part jempolan
Dari luar bisa dilihat kualitas part part yang digunakan. Lihat shock up side down berlabel wp-performance 43mm yang gagah, alumunium swing arm yang ringan, rangka tralis yang kokoh, serta instrumen cluster yang sederhana tapi seluruh informasi tersedia. Belum lagi kualitas mesin yang performance oriented. Top

4. Performance numero uno
Meskipun spesifikasinya bisa dibilang kembar dengan p200ns (bore stroke 72mmx49mm, diameter klep in dan out yang sama), tapi konstruksi kepala silinder DOHC yang tetanam di duke200 memang patut diacungi jempol. Airflow dalam port silinder dihitung secara seksama untuk meningkatkan performa baby duke ini. Ga heran output tenaga yang dihasilkan luar biasa besar untuk kubikasi 200cc yang dipakai harian

5. Sorry dude it’s not for common people.
Banyak yang mengeluhkan overpriced blablabla. Tapi menurut saya kepuasan yang diperoleh sepadan dengan uang yang dikeluarkan. “Mendingan beli ninja250, stereo”. Hehe pasarnya beda brur, orang yang beli motor premium rata2 sudah punya atau katakanlah sudah pernah punya yang begituan. Just for a hobby :mrgreen:

Harga 2013 kemarin
image

Posted from WordPress for Andromax ULE

About these ads

11 Komentar

Filed under Analisa

11 responses to “60 juta untuk KTM Duke 200, worthed?

  1. lalu kenapa blogget sebelah beli duke, lalu 2 bulan kemudian dijual lagi? ada yg salah sama duke-nya?

    Suka

  2. grandv,

    Barang yang sama dijual di India cuma 26 juta, jelas sekali over-price. Mau pakai diplomasi apapun, udah jelas ‘value’-nya cuma segitu.
    Beda urusan klo soal tarif pajak. Tapi orang kan tahu pulsar220 di India berapa, di sini berapa, jadi masyarakat ngerti ‘mestinya’ selisih harganya kira-kira berapa. Menurutku sih terlalu ‘lugu’ klo percaya ama ‘value’ yang dibualkan dealer

    Suka

    • Soalnya di india sana ada kebijakan semacam perjanjian antara ktm-bajaj dalam hal penjualan. belum lagi produksinya disana, ga perlu ongkir :mrgreen: . duke 390 aja lebih murah dibanding ninja/cbr 300 disana :mrgreen: . Andai KTM buka pabrik di thailand, dan AFTA berlaku tahun depan. harga pasti turun, tapi ga terpaut banyak karena orang sini punglinya banyak :roll:

      Suka

    • oiya harga di hungaria 1.229.000,00 HUF lho setara dengan 66jt :mrgreen:

      http://www.ktm.com/hu/naked-bike/200-duke/highlights.html#.UtulM9LZHDd

      di eropa lebih murah 3995 Euro. tiap region beda beda harganya :mrgreen:

      Suka

      • Dani Brodi

        Ini baru komentar berbobot.rata rata orang yg ngebandingin dg harga india. Lha ,mereka kan dapet kekhususan karna bajaj pemegang sahamnya juga. Kalau mau bandingin dg negara tetangga aja ,malaysia singapore,ngga beda jauh dg disini. Lagian KTM itu lifestyle ada power wear dan powerpart,kalao murah ya males juga kali.

        Suka

      • Gorga Naibaho

        Di Indonesia situasinya sulit. Lihat aja Bajaj Auto Indonesia udah bubar, padahal sempat mereka ingin bisa jualan produk KTM. Nah padahal di negara asalnya Bajaj adalah pemilik saham KTM tapi di Indonesia yang pegang kok bisa dua pihak yang berbeda? Ya simpelnya karena mereka di sini bukan subsidiary melainkan agen. Beda dengan Samsung Indonesia misalnya, nah itu bener-bener subsidiary, akhirnya after sales bisa diseriusi.

        Spesifik untuk situasi Pulsar 200NS dan Duke 200, problemnya adalah Pulsar dijual melalui Kawasaki (yang memang ada kerja sama juga dengan Bajaj di India), sementara ada trade agreement juga antara India dan Indonesia, sehingga tarif pajak rendah dan harga retail versi Pulsar dari dua sepeda motor yang nyaris sama ini pun bisa ditekan.

        Soal harga retail, ongkos kirim gak sebanding dengan tarif pajak dan porsi keuntungan dealer (ingat, dealer perlu bayar aneka macam biaya overhead yang sering kali konsumen gak ngerti). Sebaliknya pun, seperti contoh Suzuki Inazuma, di USA dan Indonesia harga retailnya bisa mirip karena semua Inazuma dibuat di China dan Indonesia ada trade agreement dengan China. Giliran di India? Jadilah si Inazuma yang overpriced. Di situlah penyakit negara Asia Selatan dan Tenggara, kebanyakan regulasi, niatnya bagus (katanya) supaya makroekonomi masing-masing terdorong, tapi realitanya mikroekonomi selalu dilupakan yang penting punglinya sudah.

        Kalaupun investasi besar-besaran bangun pabrik di sini, nanti pabrikan belum tentu kuat bayar gaji buruh yang saat ini lagi rajin minta supaya upahnya lebih tinggi dari tenaga terdidik S1 (kan buruhnya pas demo pingin tampil keren naik Ninja 250)…

        Suka

  3. motorider

    harga jual on the road segitu ngawur!!!!! di india ktm duke 200 dihargai 1,3 juta laks setara Rp23juta, jika di impor secara cbu pun pajak impor masih di bawah kelas 250cc, ini strategi rasis dan diskriminasi dianggapnya orang-orang Indonesia lebih kampungan dan derajatnya lebih rendah dari orang-orang India, sehingga ktm duke yang cuma 200cc pun seolah-olah terlalu berharga kalau di jual murah di Indonesia, saran gue lakukan balasan terhadap orang-orang India atau Eropa terutama dari Austria yang ada di Indonesia, caranya bisa macam-macam misalnya kalau ada orang India (gak peduli dia bisa bahasa Indonesia atau tidak) mau belanja ke toko lu naikin harga barangnya lebih dari 300% gak peduli beli gorengan pinggir jalan sekalipun begitu pun orang Eropa dari Austria ( ktm dari negara austria) ( ktm duke 200 hasil kerjasama bajaj india dengan ktm), ingat itu bro and sis!

    Suka

    • kalo ga salah ada kesepakatan/MoU antara bajaj dan KTM dalam hal harga jual khusus di India. Sama halnya dengan di indonesia, cek harga jual produk YMI atau AHM yang dirakit disini tapi diekspor ke luar negeri (asean). hampir 1.5 kalinya :mrgreen:

      Suka

  4. Dani Brodi

    Wah baru kali ini nemu tulisan yg logis ttg Duke,pasarnya memang beda,pemilik Duke adalah orang mapan dan berusia 30 an ke atas ,bahakan 40 an, model macam sport udah kelewat jamannya seiring bertambah usia,fisik yg udah ngga bisa bongkok terus dan ingin prestis dg kendaraan hariannya. Sayangnya orang yg bilang overpriced adalah pemilik motor kelas bawah atau non mapan yg jelas ngga sanggup beli ini. Dirumah udah ada cc gede,trus mau pake harian tetap prestis,ya Duke jawabannya

    Suka

    • George

      Saya sih lebih prefer untuk menyoroti masalah regulasi yang bikin harga jadi mahal. Seandainya regulasi tidak serumit itu, pasti omzet pabrikan jauh lebih besar, ujung-ujungnya konsumen yang diuntungkan karena semakin banyak pabrikan yang akan berani masuk Indonesia, semakin banyak pilihan produk, dan semua pabrikan harus bersaing ketat, bukan sekedar oligopoli beberapa merk seperti sekarang. Tapi memang konsumen “elite” jadi berkurang “prestige”-nya karena sepeda motor mereka yang dulunya cuma hitungan jari nantinya akan jadi banyak berseliweran. Hanya saja, kalau pasarnya makin besar, otomatis jaringan after sales juga akan semakin baik toh?

      Nah, tinggal budaya masyarakat kita, apakah lebih mementingkan prestige atau pertumbuhan market?

      Suka

Menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s