Ganasnya Mesin Desmodromic


desmosedicigp9

Apa yang ada di benak anda apabila mendengar kata DUCATI? tentunya sebuah merek sepeda motor mahal yang mempunyai tenaga bengis. Dalam sebuah sepeda motor tersebut, tertanam sebuah mesin raksasa berteknologi desmodromic.

Desmodromic pada dasarnya terbentuk dari kata dalam bahasa yunani yaitu desmos dan dromos. Dimana Desmos memiliki arti teratur (controlled) sedangkan dromos berarti jalur (course, track). intinya ialah pengaturan klep atau valve tanpa pegas klep.

Desmodromic sendiri dikembangkan pertama kali oleh Gustav Mees kemudian di ikuti oleh Aries pada tahun 1907 dengan nama Desmodromique. pada GP 1914, Delage sudah menggunakan sistem ini. Meskipun demikian, mesin desmodromic kini lebih dikenal melekat pada mesin-mesin Ducati.

Pada Ducati, sistem ini biasanya terdapat dua profil kem dengan dua rocker arm untuk satu klep. meskipun demikian, konstruksi desmo ini bisa bermacam-macam. Namun muaranya tetap satu yaitu menggunakan profil kem pembuka klep dan profil kem penutup klep. Dan lengan rocker arm penghubung yang mampu menggerakkan klep naik turun dalam arah translasi.

Sebutan Desmodromic sendiri ditujukan pada pengaturan klep atau valve tanpa pegas klep. Di Ducati sistem ini biasanya terdapat dua profil kem dengan dua rocker arm untuk satu klep. Salah satu Insinyur Ducati bernama Fabio Taglioni lah yang mengembangkan dam mematenkan teknologi desmosedici hingga kini pada semua mesin Ducati sejak Ducati menciptakan Ducati 125 Desmo pada tahun 1956.

Faktanya konstruksi desmo ini bisa bermacam-macam. Namun muaranya tetap satu yaitu menggunakan profil kem pembuka klep dan profil kem penutup klep. Dan lengan rocker arm penghubung yang mampu menggerakkan klep naik turun dalam arah translasi. Artinya gerakan klep saat menutup tidak mengandalkan pegas klep seperti pada sistem konvensional. Klep menutup karena mengikuti profil kem pembalik.

“Tujuan khusus dari penggunaan desmodromic adalah memaksa klep untuk mengikuti timing diagram buka dan tutup se-konsisten mungkin. Sehingga kehilangan energi bisa dihindari dan efisiensi volumetris bisa sempurna. Dan kurva performa menjadi lebih seragam serta ketahanan menjadi lebih baik,” jelas Fabio Tagliono selaku kepala perencana dan direktur teknik Ducati tahun 1954 hingga 1989.

Dengan sistem ini maka energi yang digunakan untuk mengatur klep jelas jauh lebih baik dan loss energi juga kecil. Dan karena gaya yang bekerja saling berlawanan, maka lendutan dari rocker arm pun bisa diminimalkan. Efek selanjutnya, klep dengan mudah mampu melayani putaran mesin yang tinggi. terbukti dengan data dari Ducati, desmosediciGP8, putaran mesin lebih dari 19.000 rpm. Sedangkan sistem pegas konvensional hanya mampu hingga 18.000 rpm saja. hal ini diamini Filippo Preziosi selaku direktur teknik Ducati Corse.

Iklan

Penulis: Aluvimoto.com

dream achiever, pure motorcyclist, banker, food lover, motovlogger @ youtube "aluvimotocom" promosi & kerjasama email ke aluvimotoblog@gmail.com

5 thoughts on “Ganasnya Mesin Desmodromic”

Menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s