Scoopy, I’m addicted !!


Setelah berpanas-panasan dalam menghadiri acara testride VixR 150 yang diadakan pihak Viar, perjalanan saya berlanjut ke pelataran parkir timur ambarukmo plaza (halaman ex hotel ambarukmo) Yogyakarta untuk menghadiri launching sekaligus testride skuter otomatis baru Honda bergenre retro modern, scoopy.

Personaly, saya sangat kagum dengan pabrikan honda karena menggarap acara launching secara maksimal, ini terlihat jelas dengan banyaknya booth yang dibangun mulai dari booth makeover (salon kilat), pameran motor modifikasi hingga area permainan yang seru sehingga membuat nyaman para pengunjungnya.

Keseriusan honda mengenalkan scoopy ke warga Yogyakarta tidak hanya itu saja, para pengunjung dapat mendengarkan alunan musik top 40 yang dibawakan band-band lokal, dan bintang tamu SKJ 94 serta Netral di stage utama. Tidak heran, antusiasme masyarakat Yogyakarta terhadap acara ini sangat tinggi, termasuk adik saya yang rela mendatangi event tersebut sebanyak 2 kali di hari sabtu dan minggu.

Berhubung saya ada acara di sore harinya maka dalam kesempatan launching tersebut, maka saya hanya dapat melihat-lihat sekilas booth yang disediakan oleh pabrikan honda untuk menunjang acara launching dan test ride scoopy secara langsung.

Honda scoopy

Well, sejatinya honda scoopy berasal dari negara thailand dan bermesin injeksi dengan kubikasi yang sama yaitu 110 cc. Dengan basis honda beat, pihak honda tidaklah sulit untuk memproduksi honda scopy secara massal karena scoopy di indonesia masih menggunakan karburator dalam sistem pengabutan bahan bakarnya meskipun perlu beberapa penyesuaian seperti desain rangka yang sedikit berubah dari honda beat.

DESAIN DAN ERGONOMI

Ditengah pasar sepeda motor otomatis (matic) yang makin banyak pemainnya, tampaknya tim marketing pihak honda cukup cerdik untuk menggunakan Blue ocean srategy dengan menggunakan genre retro modern sehingga membuat satu pasar khusus yang belum ada pemainnya antar ATPM di Indonesia. Dengan begitu, pantaslah Scoopy bisa disebut pioneer untuk matic retro modern.

Body design

Terlepas dari strategi marketing yang digunakan, desain honda scoopy yang menyerupai skuter tahun 70’an terrlihat stylish dan fashionable dibanding matic-matic yang ada di pasaran. 3 pilihan warna seperti putih, merah jambu, dan ungu kehitaman memperkuat aksen manis pada matic yang satu ini. sehingga tidak heran para kaum hawa terpikat dengan kemolekan body scoopy.

Desain jok yang dibuat melebar ditambah busa yang empuk namun sedikit lebih tipis dari honda beat membuat nyaman para pengendaranya. Busa jok yang sedikit tipis juga memudahkan para wanita (khususnya ibu-ibu) dalam menaiki motor imut ini.

Lampu depan dan lampu belakang

Desain lampu depan yang terdiri atas lampu utama dan lampu senja berbentuk oval non simetris memunculkan kesan modern dari honda scoopy. Penggunaan reflektor kristal dan mika bening berbeda ukuran juga makin menguatkan kesan modern pada matic ini. Ada yang unik dalam desain lampu depan ini, yaitu mika lampu senja yang berwarna kebiruan. Entah apa tujuan utama dari penggunaan mika berwarna tersebut, namun dengan adanya mika berwarna ini desain lampu depan menjadi tambah unik.

Senada dengan lampu depan, desain lampu belakang juga dibuat menyerupai lampu depan namun kini cenderung oval mengotak asimetris. Penggunaan refrektor kristal pun disematkan pada lampu belakang. Terdapat dua reflektor berbeda ukuran dalam matic ini, ukuran kecil untuk lampu senja, dan ukuran besar untuk lampu rem. Lampu belakang tambah manis dengan penggunaan mika bening berwarna merah segar.

Lampu ritting yang terpisah dari body pada bagian belakang maupun cover stang pada bagian depan turut menyumbangkan kesan retro dalam matic ini, ditambah dengan penggunaan bentuk ritting yang unik seperti motor motor honda jaman 80’an. Berbanding terbalik dengan unsur retro yang ditonjolkan, penggunaan mika non bening berwarna putih malah menunjukkan kesan modern. Perpaduan kedua unsur tersebut semakin menunjukkan konsep retro modern yang ada di motor ini.

Stang & speedometer

Desainnya unik

Aksen oldish terlihat dari stang berwarna chrome yang sengaja ditunjukkan tanpa cover seperti halnya matic pada umumnya tentu menguatkan rasa retro yang ada di scoopy ini. Di bagian kanan stang terdapat tombol starter, pengendali lampu (utama dan senja), throttle, tuas rem depan, dan tabung minyak rem. Sedangkan untuk di bagian kiri stang terdapat tombol klakson, pengendali lampu belok, pengendali lampu dekat dan jauh, dan tuas rem belakang. Seperti halnya honda beat, vario, maupun vario techno, fitur parking brake juga disematkan di depan tuas rem belakang. Hal ini sangatlah berguna pada saat berkendara di jalanan menanjak, maupun pada saat parkir.

Satu catatan penting ialah tampaknya honda akan terus membiasakan penukaran posisi klakson yang pada umumnya terletak di bagian paling bawah ke bagian tengah untuk produk-produk terbarunya, tidak terkecuali scoopy yang didahului oleh honda absolute revo, blade, dan vario techno. Jujur saya agak canggung dengan perubahan posisi ini ketika akan membunyikan klakson dan akan belok.

Untuk desain konsol speedometer sendiri, manis dan simpel itulah kesan pertama saya dapatkan saat melihat bagian tersebut. Pada desain background dari speedometer sendiri mengingatkan saya dengan tampilan speedometer yang ada di ford mustang GT yang sering saya mainkan di game NFS undercover, cool. Indikator lampu jauh, lampu belok, odometer yang disematkan di dalam background speedometer dan indikator bahan bakar yang terpisah dari spedometer cukup informatif bagi para pengendaranya.

MESIN & KAKI KAKI

Untuk mesin dan kaki kaki sendiri menggunakan basis dari honda beat. Part-partnya pun sebagian besar sama. Untuk modifikasi scoopy tampaknya tidak akan menemui kendala saat hunting part-part aftermarket seperti upsidedown pada bagian kaki kaki dan part-part racing seperti noken as, cdi, dll di bagian mesin.

Sedangkan untuk rangka, terdapat beberapa penyesuaian pada dudukan (mounting) body honda scoopy.

Alasan utama scoopy di indonesia tidak memakai sistem injeksi dalam pengabutan bahan bakarnya mungkin menurut saya karena adanya pertimbangan ingin meraup sukses dalam menguasai segmen anak muda. Karena itulah penggunaan sistem injeksi tidak dilakukan agar harga jual dapat ditekan, sehingga makin banyak anak muda yang tertarik memiliki matic imut ini. Secara tidak langsung, keuntungan AHM akan terus meningkat. Dalam ilmu marketing disebutkan “cara efektif mendapatkan surplus margin ialah penjualan yang stabil dan berlanjut (continues). 😀

TEST RIDE SESSION !

Well, inilah yang ditunggu-tunggu. Sebelum mencoba si scoopy ini, saya diwajibkan memiliki semacam tiket dengan cara meminta ke spg yang berdandan layaknya sang cupid. Tiket ini juga merupakan tiket untuk mengunjungi booth booth yang disediakan secara gratis. Setelah dapat, tiket yang diperoleh tersebut harus saya isi beserta kuesioner yang diberikan di booth pendaftaran. Dari pertanyaan-pertanyaan yang ada, tampaknya kuesioner ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar minat pengunjung event launching honda scoopy ini dalam menerima kehadiran produk baru AHM tersebut.

Suasana saat pengisian tiket dan kuesioner

Ergonomi

Akhirnya bisa juga merasakan honda scoopy secara utuh baik dalam hal performanya maupun ergonomi saat mengendarainya. Pada sesi test ride disediakan 3 scoopy dengan warna yang berbeda.  Saya memilih warna ungu kehitaman karena warna yang lain membuat saya kurang pede dalam mengendarainya. Saat saya duduk diatasnya, hal pertama yang saya rasakan adalah nyaman dan mantap. Mungkin akibat penggunaan jok lebar dan busa yang agak sedikit tipis.  Tinggi badan saya yang mencapai 175 cm tidak menghambat saya untuk merasakan kenyamanan si scoopy, terbukti dengan sudut antara betis dan paha saya saat saya duduk mencapai 90 derajat (sudut ideal pada saat duduk dalam ilmu ergonomi).

Pada saat dikendarai juga sangat nyaman karena shock depan dan belakang yang empuk. Speedometer yang mudah dipantau juga membuat saya aman dalam berkendara. Sayangnya saya tidak bisa melihat backlight dari speedometer secara langsung karena cahaya backlight kalah dengan cahaya di luar.

Posisi mengemudi

Ketika saya menggenggam dan menggerakkan stang ke kanan dan ke kiri, terlihat sekali perbedaan karakter antara honda scoopy dan honda beat. Pada honda beat kedua tangan saya seperti agak menekuk ke dalam, berbeda dengan honda scoopy yang santai dalam menggenggam stang.

Performa

Seperti halnya menaiki honda beat, untuk performa sepertinya sama saja. Pada saat saya mencoba memutar gas 1/2 putaran dari posisi diam tarikan dan akselerasi terasa lembut dibandingkan dengan suzuki skydrive yang telah saya coba pada saat acara slalom yang diadakan pihak suzuki. Cukup worth, mengingat tampaknya pengguna matic ini akan didominasi kaum hawa

Antusiasme warga Yogya dalam test ride honda scoopy

KESIMPULAN

Harga 13,8 juta on the road yang dipatok AHM sepertinya sangat pantas untuk matic pioneer retro modern ini mengingat performa mesin dan banyaknya fitur yang disematkan seperti halnya honda beat. Selain itu, desain body yang oldish namun imut membuat nilai tambah dari scoopy ini  yang belum dapat saya temui di pabrikan lain. Well, akibat launching ini saya harus rela melepas supra x 125 biru milik ayah saya untuk ditukar dengan honda scoopy sebagai hadiah kenaikan adik saya dari SMP ke SMA setelah berunding akan memilih suzuki skydrive, honda vario, maupun honda beat. Scoopy, I’m addicted !!

Iklan

Penulis: Aluvimoto.com

dream achiever, pure motorcyclist, banker, food lover, motovlogger @ youtube "aluvimotocom" promosi & kerjasama email ke aluvimotoblog@gmail.com

9 thoughts on “Scoopy, I’m addicted !!”

  1. oooo
    sak ngertiku blue ocean iku nek suatu brand lokal di negara asalnya laku keras terus coba dipasarkan di negara lain je

    Suka

Menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s