Scoopy, Made To Order Atau Made To Stock?


Sudah hampir 3 bulan saya menginden honda Scoopy tapi hingga saat ini belum kunjung tiba. Ada apakah gerangan? Sepertinya baru kali ini saja kesabaran saya diuji dalam membeli motor baru. Dahulu, 3 motor honda saya (Karisma X tromol, Supra X 125 edisi pertama tromol, serta Supra Fit tromol) diperoleh secara mudah, Dalam waktu 1 hari saja motor sudah di tangan.

Laris Manis

Kira-kira apa ya yang menjadi masalahnya? Mari kita lihat sejenak faktanya. Dahulu, sebelum AHM menelurkan vario series maupun beat dan Scoopy yang menjadi primadona dalam penjualan sepeda motor Honda ialah bebek seperti Supra series, Karisma series, serta Legenda series. Saat itu orang cenderung memilih motor yang irit, sparepartnya mudah dicari serta mudah dijual dan harga jualnya pun tinggi. Demand (permintaan) pun dapat diramalkan oleh AHM melalui data-data di penjualan sebelumnya.

Motor sebelum cireng ๐Ÿ™‚

Tapi kini seiring majunya zaman, demand yang semula bisa diramalkan kini bisa dibilang susah ditebak. Mengapa? karena makin beragamnya motor-motor selain Honda sehingga pilihan konsumen menentukan produk mana yang akan dipilih semakin banyak.

Kini Motor Ga Hanya Itu Itu Saja (courtesy : matanews.com)

Yang namanya peramalan, hasil ramalan berapa banyak permintaan yang dibutuhkan ke depannya bisa tepat, bisa kurang (underexpected) dan bisa lebih (overexpected). Kalau lebih maupun kurang AHM bisa dibilang rugi, mengapa?ย  Gini, kalau kurang, berarti AHM harus siap siap menanggung kehilangan kepercayaan konsumen yang hilang karena produk yang diinginkan kurang tersedia. Akibatnya tentu penjualan akan tidak optimum, dan keuntungan yang diperoleh juga tidak maksimum. Kalo lebih? Meskipun banyak yang menginginkan produk Honda, yang namanya kelebihan pasti merugikan (OOT. kaya kelebihan berat badan :mrgreen:). Mengapa? Ambil kasus CS1 yang katanya dan kayanya kurang sukses menembus pasar, kalau produksinya banyak, ga ada yang beli, rugi dong AHM :D. Ujung -ujungnya, penjualan pun berkurang, dan keuntungan yang diperoleh juga berkurang.

Ga Cuma Dukun Yang Bisa Ngeramal, Marketer Juga Bisa Loh ๐Ÿ˜€

Nah daripada mengira-ngira berapa permintaan yang datang dengan peramalan dimana peramalan tadi harus tepat, mungkin setelah kasus CS1 tadi, maka dibentuklah sistem inden guna mengetahui seberapa banyak sih Demand yang ada. Nah sistem inden ini merupakan salah satu ciri perusahaan yang sudah memikirkan efisiensi guna meningkatkan keuntungan, yaitu menerapkan konsep Just In Time (JIT). Apa itu JIT? Intinya ialah efisiensi, tidak ada lagi yang namanya nimbun motor di gudang untuk nunggu laku dijual. Lebih simpelnya, bisa dilihat dari skema di bawah ini :

Skema Just In Time

Bisa jadi, AHM belajar dari kasus CS1 dalam hal mengantisipasi kegagalan penjualan pada Scoopy dimana menjadi pioneer matic retro di Indonesia. Ini cuma sekedar opini saya saja loh :mrgreen:

Iklan

Penulis: Aluvimoto.com

dream achiever, pure motorcyclist, banker, food lover, motovlogger @ youtube "aluvimotocom" promosi & kerjasama email ke aluvimotoblog@gmail.com

26 thoughts on “Scoopy, Made To Order Atau Made To Stock?”

  1. PERTAMAX……

    Fenomena JIT ini banyak diterapin di industri2 besar tak hanya sepeda motor saja..selain faktor locational, dari teori lokasinya weber, dimana biaya angkut akan diminimalisir apabila ada faktor jarak dan berat dalam pendistribusian dari pabrik ke market dalam hal ini AHM..
    oleh karena itu wajar lah kalau AHM menerapkan kebijakan JIT ini, agar tidak merugi.
    tetapi secara ekologis saya kurang setuju kalau AHM ini selalu mengeluarkan sepeda motor baru setiap tahunnya dan pemerintah tidak meregulasinya dengan pajak agar mengurangi penggunaan sepeda motor dan beralih ke mass transportaion..no offence gan,,,hehe

    Suka

    1. 100 :mrgreen:, yang harusnya tegas = pemerintah. pemerintah sekarang lembem, harusnya dibuat satu kebijakan guna membatasi kendaraan baik roda 2 atau roda 4 DARIDULU. Dan 1 lagi, seharusnya pemerintah lebih care dengan transportasi publik. bukan cuma rencana doang dan cuma bisa nyediain tapi gabisa ngerawat

      Suka

  2. Ketiga…

    Kemungkinan AHM emang tkt kyk kasus CS1, apalagi menurut saya scoopy trlalu mengkhususkan diri bwt penyuka retro (market trbatas, gak kyk beat yg pnya market lbh luas) market luas=stok bnyk.
    :mrgreen:

    Suka

    1. bisa jadi, tapi kalo menurut saya kemungkinan AHM udah mulai ngacu konsep JIT yang lagi trend beberapa tahun belakangan ini. yah inilah blogger, cuma bisa mengira-ngira tanpa tau pasti kejelasannya ๐Ÿ˜€

      Suka

  3. Nasib kita senasib mas bro…New Meggy kayaknya juga gitu tuh…saya inden 2 minggu seetelah tuh motor loncing…tgl 24 agustus dan sampe skrg tuh motor belum nongol, dan katanya baru ready tgl 26 oktober ntar, berarti setelah tu motor loncing nggak langsung di produksi tapi nunggu dullu ada berapa yg inden….yah ada semacam istirahat produksi untuk melihat animo gitulah

    Suka

    1. kalo istirahat = biaya bro, rugi dong :D, tapi anehnya di jogja-madiun sering banget ngeliat NMP di jalan. kayanya mungkin udah produksi, cuma distribusinya lebih cenderung ke daerah mana yang lebih rame.

      salam kenal juga ya :), gravatarnya xcd ya :mrgreen:

      Suka

  4. jika bos mengira produksi honda menunggu inden utk melihat animo pasar, menurut sy salah; semua karyawan honda selalu mencoba memberikan yg terbaik utk konsumennya; bahkan sabtu & minggu kemarin kami tetap berproduksi tanpa libur; tp faktanya memang order yg ckp tinggi, permintaan skutik mencapai 10-20rb unit, coba cek data penjualan di AISI, penjualan honda tertinggi bahkan dicatat di MURI

    Suka

    1. well, saya hanya mengemukakan pendapat saya :), memang sih konsep JIT sendiri kalu melihat kondisi di indonesia masih belum mungkin diterapkan. mengapa? karena di bangsa kita bangsa indonesia, yang namanya tanggung jawab sosial masih dijunjung tinggi di sini yaitu pemberdayaan masyarakat. padahal dalam produksi menggunakan konsep JIT ini, sebisa mungkin delay tiap proses diminimalisir sehingga produksi bisa maksimal. dan hal ini mungkin dapat tercipta bila yang melakukan semua proses pure robot (otomatis), maka wajar bila konsep JIT ini belum bisa diterapkan akibat terbatasnya kemampuan manusia dalam bekerja :).
      Okay, kembali ke masalah scoopy. saya setuju bila animo terhadap produk ini sangatlah besar. tapi apakah wajar bila seorang konsumen yang dalam kasus ini saya sendiri, rela menunggu 4 bulan hanya karena order tinggi? itu tidak bisa jadi alasan mas! saya yakin dan percaya bila anda maupun AHM membiarkan hal sepele ini terus menerus, bukan tidak mungkin loyalitas konsumen honda akan terganggu ๐Ÿ™‚

      Suka

Menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s