Review Junet (Nexian Journey A890)


Berhubung masih belum terlalu butuh blackberrynya, alhasil BB hasil jerih payah (lebay :D) posting thread di yamaholigan saya kasih ke ibu saya mengingat kayanya lebih berguna buat ibu saya dibandingkan buat saya sendiri. Disamping kurang sreg dengan bb itu sendiri, jiwa saya yang lebih suka ngutek2 (mbuh montor, komputer, bahkan upil, dll) akhirnya membujuk saya untuk searching hp android yang saya idam2kan sejak tahun lalu , Yapp Nexian Journey aka si Junet yang spesifikasinya lumayan mumpuni disaat virus android mulai merebak beberapa tahun lalu.

Si Junet aka Nexian Journey, 2nd tapi masih like new brosis 😀

Seperti biasa, saya searching si junet di kaskus dan hamdalah ada satu orang jogja (aslinya Jakarta sih :D) yang baek banget bernama mas Steve, yang berkenan menukarkan hape yang selalu ditentengnya selama 9 bulan kemaren dengan 9 lembar uang merah bergambar sang Proklamator dan 3 lembar uang ungu :D.  Mengapa junet? Mengapa ga beli baru aja? Well, Honestly berhubung cuma punya budget terbatas jadinya cuma bisa beli yang 2nd doang.  Yang baru baru masih mahal euy, ga kuat belinya bagi mahasiswa yang biasa makan tahu tempe di kantin tiap harinya (kalo ada duitnya :roll:).  Lagipula untuk spesifikasi, hape china yang punya banyak kembaran ini juga ga malu maluin kok kalo dibandingkan hape android entry level bermerk jaman sekarang :mrgreen:. FYI aslinya hape ini namanya Foxconn 911, bagi yang belom tau foxconn silahkan googling dengan keyword Foxconn & Iphone, dan andapun akan terbelalak melihat faktanya :D. Nih kembaran kembarannya si Junet:

Hore kembaran sama Motorola XT5 😀

Untuk spesifikasinya bisa dilihat dimari :

  • GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
  • HSDPA 900 / 1900 / 2100
  • TFT capacitive touchscreen, 256K colors
  • Resolusi 320 x 480 pixels, 3.2 inches
  • Accelerometer sensor for UI auto-rotate
  • Speakerphone Yes
  • 3.5 mm audio jack
  • Internal 256 MB RAM
  • Card slot microSD, up to 16GB
  • Data GPRS Class 10 (4+1/3+2 slots), 32 – 48 kbps
  • EDGE Class 10, 236.8 kbps
  • HSDPA, 7.2 Mbps
  • Wi-Fi 802.11 b/g
  • Bluetooth Yes, v2.0 with A2DP
  • Camera 5 MP, 2592х1944 pixels, autofocus (device tertentu), LED flash
  • CPU Qualcomm MSM 7227 600 MHz processor (ARMv6)
  • GPS, with A-GPS support
  • Battery Standard battery, Li-Po (some devices uses Li-Ion)
Untuk rom aslinya memang ini hape terlahir dengan OS android Eclair, maklum 1 tahun lalu gitu loh dimana froyo lagi merebak dimana-mana. Akan tetapi sudah tersedia update firmware (fw) versi Froyonya, jadi ya ga terlalu ketinggalan jaman banget dah. Untuk si junet, mas steve ternyata doyan rom buatan versi Indonesia, Bakpia Kacang hijau (2.2.3) :mrgreen:. Nyuss dah. Meskipun saat ini sudah ada Rotijahe ala Indonesia alias Cemplon, tapi rasa rasanya masih puas pakai rom Bakpia cangjo ini,  lha lumayan stabil dalam multitasking, terlebih processornya telah dinaikkan kemampuannya (overclock)  menjadi 864 Mhz. Yah bisa dibilang sekarang setara dah dengan Galaxy Gio (sama-sama ada touchpadnya :D).
Imo hp utama, junet hp ngenet, BB babai aja dah 😀
Untuk urusan kualitas hasil jepretan kamera sih ya meskipun ada tulisan 5 megapixel, IMHO lebih bagus BB gemini (yang cuma 2 Mp) daripada si junet. Tapi ya gapapa dah, toh juga yang dibutuhin buat posting di wordpress kalo pas blogging cuma seukuran vga :mrgreen:. Yang bikin hebring di sektor kamera : ada flashnya euy :lol:, lumayan nek surup2 ra ketok iso dadi senter :mrgreen:
Baterai? Seperti android biasanya, buorose poll dibanding hape saya tercinta IMO X100 yang cuma bisa fungsi2 dasar yang saya perlukan seperti sms, telpun, dengerin mp3 & radio, browsing, transfer via bluetooth, dan tentunya kamera (meskipun jarang dipake gara2 kualitasnya yang luar biasa ancur :(). Untuk perbandingan, 1x ngecas imo x100 berhasil melampaui 5 hari standby sedangkan si junet cuma bisa 2 hari standby. Standby disini maksudnya cuma pemakaian biasa (sms, telpun, browsing sesekali). Meskipun demikian, baterai si junet bisa disubstitusi dengan baterai nokia BL 6F (meskipun amperenya lebih hemat 50 mAh), beda dengan Imo yang wangele pol nyari gantinya. Semoga awt dah 22nya amin.
Demikian Review “singkat” saya, semoga bermanfaat. Seperti biasa, ini adalah kali ketiga saya memboyong produk merk nonterkenal untuk mengcover segala kebutuhan saya. Seperti yang pernah dosen saya bilang, terkadang loyalitas berlebihan itu tidaklah menguntungkan bagi konsumen karena hanya akan menutup mata para konsumen loyalnya terhadap produk lain sejenis yang tidak jarang lebih wah fiturnya. Dan nantinya kalo punya rejeki lagi, semoga bisa beli bebeh badak (8700) dah kalo memang dirasa butuh :D.
Salam super dah 😀
Iklan

Penulis: Aluvimoto.com

dream achiever, pure motorcyclist, banker, food lover, motovlogger @ youtube "aluvimotocom" promosi & kerjasama email ke aluvimotoblog@gmail.com

23 thoughts on “Review Junet (Nexian Journey A890)”

Menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s