Yuu mari kita stop intimidasi pengguna jalan lain :D


mantep sih, tapi…

2,5 taun sudah saya pakai klakson non ori pulsar. Alasan pertama saya memilih memasang klakson mobil di cireng pada kala itu ialah gara2nya klakson kanan cireng yang soak, sedangkan harga seekor klakson kanan pulsar saat itu kalau tidak salah 90 ribu. Di saat itu pula langsung kepikiran pasang klakson yang suaranya lebih keras, dan mengutarakan unek unek saya di thread ini

Review mengenai klakson keong merk Denso ini cukup nyaring di telinga alias empuk. Performanya saat dibawa di berbagai kondisi seperti banjir (kelelep di semarang dan solo), berdingin2 ria di lereng pegunungan gunung lawu, dan dijemur di wilayah jogja tidak menurunkan kualitas suara yang dihasilkan maupun merusakkannya. Padahal tidak ada tanda klakson ini tahan air maupun segala cuaca baik di boksnya maupun di user manualnya. Begitu dibunyikan terkadang saya sendiri kaget dibuatnya dan pengendara di depan langsung menyingkir. Sakti kan? πŸ™„

Klakson ninja 250r (kiri), klakson pulsar (kanan). img : om benny

Tapi beberapa bulan terakhir saya sempat memikirkan bagaimana bila saya di posisi Β orang yang diklakson tadi, bagaimana bila saya jantungan dan dilalahe kumat saat ada klakson keong dibunyikan? Tepat sebulan lalu saya langsung melepas piranti tersebut dari cireng, berbarengan dengan penggantian aki.Β Sempat juga menilik dealer utama bajaj di jalan magelang untuk menanyakan ketersediaan klakson kanan pulsar, dan ternyata nihil as predicted -____-.Β 

Yowis, tinimbang mono akhirnya diputuskan buat membeleh klakson kanan bermodalkan doa, secangkir teh dan obeng minus dan plus. Pas dibeleh, ternyata switchnya karatan. Langsung deh semprot wd40 plus diamplas perlahan sampai karat2nya mbrodol. Dan begitu dipasang, hamdalah bunyi khas klakson pulsar ug3 muncul kembali. asseeek. maap lupa foto, lali je :mrgreen:

Cepet juga ya 2 taun tuh πŸ˜€

Kalo dipikir pikir kita sama sama makan nasi, sama sama bayar pajak, sama sama pake jalan yang sama kok ya harus saling mengintimidasi. cape deh.. toh klakson juga fungsinya untuk “ngeksis” alias menunjukkan keberadaan kendaraan sekaligus sebagai penanda bahaya (bila bener bener dalam keadaan darurat). Terus kenapa klakson dibedakan kekerasan suaranya? Balik lagi ke fungsi utama klakson, jelas untuk membedakan antara motor, mobil, truk, bus, dll.

So? Keputusan terserah anda apakah tetap kekeuh dengan klakson non ori, ataupun tetep ori ori aja. Ga ada yang salah maupun benar dalam hal ini, tergantung bagaimana cara anda memandangnya πŸ˜€

Iklan

Penulis: Aluvimoto.com

dream achiever, pure motorcyclist, banker, food lover, motovlogger @ youtube "aluvimotocom" promosi & kerjasama email ke aluvimotoblog@gmail.com

27 thoughts on “Yuu mari kita stop intimidasi pengguna jalan lain :D”

  1. masih pake denso, klakson ori lagi hidup segan mati tak mau..

    paling sekarang belajar gimana caranya agar ketika mencet klakson suaranya bisa tebel atau tipis. tipis untuk nglakson motor, tebel untuk klakson mobil.

    Suka

  2. hella twintone, sudah 3 taon lebih gak mati2
    tambah 1 biji klakson model buat motor bebek biar suaranya rada stereo
    klakson standard sudah gak tau rimbanya
    dipakai seperlunya

    (seperlunya adalah bahasa penghalusan)
    :p

    Suka

  3. masalah sparepart bajaj bener2 terlalu dah.. :mrgreen:
    btw, perasaan beres jl magelang kok mekaniknya ganti mlulu ya?
    *ga nyambung.. πŸ˜†

    Suka

  4. saya pake klakson ori, hella compact disk, sama denso keong. jadi 3 pasang. kalau masang klakson pake relay biar mantap. suaranya oke kaya orkestra, soalnya macam2 karakter suaranya. kalau mau pelan mencetnya cepat-pendek aja. kalau mencetnya lama-panjang jadi kenceng mantap.

    Suka

Menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s