[REVIEW] 3,5 tahun pulsar 200 aka cireng :D


Masih inget video diatas? Memang sih saat ini sudah ga pernah nongol iklannya, lha wong motornya aja dah di stop produksi -_______-. Parahnya malah diganti dengan iklan sruntulan, untung bukan pulsar 200 yang jadi modelnya :mrgreen:

Hampir 4 tahun sudah saya menyemplak bajaj pulsar 200 dtsi. Di awal-awal orang banyak yang meragukan dengan motor cap india ini. Banyak juga yang menganggap sama seperti motor cina -.-. Yah meskipun ramalan 3,5 tahun lalu itu cukup terbukti dengan kualitas aftersales Bajaj ini bisa dibilang jauh dari rata-rata. Pabriknya aja hingga sekarang belum dibangun, hanya “menumpang” di pabrik perakitan proton yang m0bnas malaysia itu lho.

Balik lagi ke review. Pulsar 200 yang saya beri nama cireng bisa dibilang anti rewel, karena hingga saat ini belum ada masalah-masalah berarti yang sulit diatasi. Sedangkan untuk sparepart, hingga saat ini saya belum menemui kendala untuk membelinya karena ketersediaannya cukup terjamin oleh bengkel resmi (beres) yang di jalan magelang, maupun bengkel rekanan “Joker” yang terkadang ketersediaan partnya lebih lengkap daripada beresnya :mrgreen:

Performa

Mengenai performa yang dihasilkan mesin 200 cc, bisa dibilang sangat memuaskan. Akselerasi 0-100 km/jam cukup smooth sehingga tidak butuh waktu lama untuk menggapainya. Top speed? Ga penting lah buat saya yang cuma dipakai harian :mrgreen:. Untuk power sendiri, di 1 tahun pemakaian (juni 2009) saya diajak om jes yang terkenal dengan pulsar 23 dknya untuk naik dyno guna mengukur power dari pulsar 200 ini.

Awalnya saya ragu apakah power maupun torsi cireng sama dengan spesifikasi yang tertera di brosur. Weeee dilalahe cukup lumayan mumpuni, silahkan lihat di bawah ini :

 Mendaki gunung lewati lembah ga masalah lah dengan power segitu :mrgreen:, terbukti saat diajak “main” dari jogja ke tegal maupun ke kudus dalam rangka tugas negara bersama ibu negara, nyaman puol bin irit. Tercatat dalam 330 km (jogja-tegal-semarang-jogja) saya hanya menghabiskan premium 30 ribu atau bisa dibilang konsumsi bbm 1:50, ajaib untuk motor 200cc. Meskipun cara hitungnya bisa dibilang kurang valid, bulan depan saya coba sendiri keiritan cireng dengan metode full to full, tekor tekor dah 😦

Test limiter cireng 😀

Beberapa hari lalu saya diajak teman saya untuk menonton dyno vixy karbu bersama vixus jogja. Weladalah malah disuruh naik dyno lagi, yowis kadung rejeki mosok ditolak :D. Setelah melakukan service besar di km 30000, dan melakukan penggantian spuyer, setelah dilakukan dyno untuk kedua kalinya hasilnya :

Tercatat dari 3,5 tahun pemakaian sejak 7 agustus 2008, terjadi penurunan power sebesar 4%. Wajar lah mengingat semakin lama mesin bekerja, semakin menurun performanya, lha wong efisiensi mesin ga ada yang 100%. Penyebabnya? Karena mesin merupakan satu kesatuan part2 yang saling berkaitan, ga heran bila keausan terjadi, lha wong metal dan metal saling bergesekan.

Ergonomi

Ergonomi sendiri, saya yang memiliki tinggi 176 cm merasakan rada bungkuk tapi masih dalam batas nyaman, Stang pulsar 200 yang rendah dan posisi footstep yang agak kebelakang menjadi penyebabnya. Sudut kemudi saat digenggam cukup nyaman kok. Anehnya banyak yang mengeluh dengan posisi diatas, sehingga banyak yang melakukan modifikasi pada sektor kemudi dengan mengaplikasikan stang trail maupun dengan raiser (peninggi) stang. Kalo saya sih so far so good :mrgreen:

Yang patut diacungi jempol ialah kestabilan dan kenyamanannya saat dikendarai, bobotnya yang melebihi motor2 200 cc lain menjadi penyebabnya. Saat dijalankan rasanya mantep (susah dijelasin :D), dan saat cornering gejala ban belakang buang minim sehingga pede2 aja miring2 di tikungan, terlebih ban tubelessnya bisa dibilang lebar. Sebaliknya, dengan bobot yang seberat +- 160 kg (full tank) dijamin akan agak kesulitan saat memarkirkan kendaraan, apalagi saat diangkat2 -___-. Ga heran banyak tukang parkir nolak cireng parkir padahal ada space kosong, seperti di parkiran MALIOBORO MAL 😆

Lainnya?

Ban belakang yang juga cap india bisa dibilang sudah melebihi umur pakainya, lha wong alur ban bagian tengahnya dah mulus sedangkan di pinggirnya masih lumayan tebal. Cukup sakti lho, mengingat rata-rata ban lokal yang dipakai harian paling banter cuma tahan hingga 2 tahunan. Ga heran bila harga jualnya ga beda jauh dengan bridgestone battlax bt 45 yang tersohor di kaum touringers karena komponnya yang katanya cocok untuk segala medan. Ban depan malah habis duluan di km 22000 kalo ga salah. Maklum, proporsi pengereman saya sejak dikenalkan safety riding di festival Umild Ubikers 2008, 60 % depan 40 % belakang :D.

Komstir tampaknya sudah agak oblak. Yah mungkin ini satu keluhan saya ke BAI mengingat ketersediaan part komstir ini sulit ditemui di beres maupun bengkel rekanan yang ada di jogja. Tapi untuk part lain so far so good :D. Kita lihat apakah program 3×24 jam untuk pemesanan part berjalan dengan baik atau hanya ember embel-embel semata. Semoga masuk list 100 part yang dimaksud :mrgreen:

Wis ah, begitulah review moge wannabe yang saya punya. salam ganteng :mrgreen:

sorry gambarnya ilang, karena foto dari pesbuk saya :mrgreen:

Iklan

Penulis: Aluvimoto.com

dream achiever, pure motorcyclist, banker, food lover, motovlogger @ youtube "aluvimotocom" promosi & kerjasama email ke aluvimotoblog@gmail.com

37 thoughts on “[REVIEW] 3,5 tahun pulsar 200 aka cireng :D”

      1. woh,,mantep pulsarnya, ini aja di garasi ada tiger lawas usia7tahunan lebih konsumsi BBM cuma mentok di 35km/liter..kalah power dan keiritan ama bajajmu, ngilerrrr

        Suka

  1. bulan besok, april 2012 genap 5 taon pulsar 180 menemaniku. ga da keluhan berarti kecuali penyakit umum yg dialami pulsar kebanyakan….(Indikator bensin ngaco, kadang ada rasa goyang indianya ni motor, n sparepart rada susah…tp bulan april adalah bulan OK buat BAJAJ, katanya sebagian sparepart 2×24 jam ga da barang dinyatakan GRATIS…!!!) hehe…

    yang menyedihkan kabar pulsar 180, 220, ma 150, bakal discontinue karena muncul pulsar 200NS….WOW…!!! ;P

    Suka

    1. pulsarku dari maret2008 juga ga ada masalah…. selalu setia menemaniku berkelana… sayangnya ya sensor bensinnya ngaco, so harus sering buka tangki untuk ngeliat masih ada bensin ato abis….

      Suka

    2. masa p220 juga mau discontinue ?
      lah orang iklan yang lawan supri aja baru keluar.

      kalo 180 mau didis ane sudah denger.

      Suka

  2. biasane si klo uda ada review motor yg uda jadi teman hidup lama, ntar lagi ganti motor…naik kelas? :mrgreen:
    emg program bajaj 3×24 tu bener2 berjalan ya? 😆

    Suka

  3. P200 saia juni besuk pass 4taon,…
    Skrng sdah km96700an… Lom tak sepris besar…. Engin alhamdulillah gagda masalah…. Cukup handal wat kerja bekasi bogor PP…. Kesediaan Part…. Blom pernah bermasalah, BAS bekasi cukup tersedia, selama pake bru ganti gearseet+kanfas rem+1rocker arm(krn telat nambah oli)… Intinya keraguan orang2/temen yg mencela 4tahun yg lalu tdk terjadi

    Suka

  4. si gambot september tahun ini udah 4 tahun om, belum pernah serpis besar juga padahal udah 61.000 an ( si jack lebih parah )
    pulsar memang enak di pakai dan jarang jajan, penyakitnya cuma sensor sensor aja yang kelewat sensitip ama kalau kempes ban / rante putus ndorongnya ampun dah

    jajanan si gambot selama ane piara :
    1 lampu utama 2 x
    2. rante 1 x ( putus ganti punya tiger kw harga 65.000 ) dah 25.000 km fine-fine aja
    3. kiprok ganti 2 x
    4. aki bulan kemarin baru ganti dari baru
    5. seal shock depan 1 x
    6. oli mesin seminggu nambah sekitar 50 cc , maklum karet diatas busi kanan rembes

    pake harian buat nyari nafkah rute tambun utara – senen ( ±75 km an pp ) bensin seminggu 35.000 an kalau gak lupa isi

    keep brotherhood,

    salam,

    Suka

    1. p135 sendiri awal2nya emang banyak yang bermasalah terutama di pengisian aki. tapi seperti yang tertera di brosur2 “harga dan spesifikasi diatas dapat berubah sewaktu waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya”, pastinya ada pembenahan dong :mrgreen:. terbukti pzzo yang awal2nya juga bermasalah dengan pengisian listrik yang overcharge, di edisi pake striping dah pergi tuh (ganti kiprok yang lebih gede heatsinknya kalo ga salah). mending samperin aja mas ke dealer terdekat :mrgreen:, kalo mantep diambil, kalo kurang mantep ambil yang p180 ug4 atau malah p220 :mrgreen:

      Suka

  5. Bajaj 200 emang manteb…….aku punya 2008 nyampe saiki yo ora popo….ayem trusssss…..cuma aku gak ngerti opo memang kalau test busi yang satu gak ada apinya….konon kata mekanik nya di rpm tinggi busi yang sebelah kanan baru bekerja…..tolong dong solusi nya…temen2……siapa yang tahu…..

    Suka

Menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s