Miris.. pungli di kandang sendiri


Yah mumpung masih galau sukripsi, iseng iseng pengen hunting foto cireng dengan kamera dan perlengkapan lenong apa adanya. Mumpung cuacanya cerah nih, makanya niat untuk menyalurkan hobi jepret menjepret kian menggebu. Sebelumnya sempat main ke runway pantai depok bantul. Seperti yang saya duga sebelumnya, banyak gerombolan alay yang memacu sepeda motornya bak pembalap. Yah, namanya wis kadung nyampe sana, akhirnya cuek deh foto foto di sana ditemani suara berisik dari knalpot racing motor para alay yang melintas berulang kali -___-

Nah lusanya, saya beserta boncenger hunting lagi tapi masih di area jogja. Tadinya pengen di mandala krida, tapi berhubung banyaknya tiang listrik yang mengganggu background foto maka beralihlah ke stadion maguwoharjo karena luasnya lahan parkir yang tersedia :mrgreen:


Hmmmm…

Sampai di pintu masuk ternyata dicegat oleh oknum bertubuh besar berseragam hitam dengan pin garuda di bagian dada kanan. Berikut percakapannya

A: saya,B: si oknum berseragam

A : Ada acara ya mas?

B : Ada keperluan apa mas?

A : Saya cuma ingin berfoto-foto di LUAR stadion (area parkir) saja kok mas.

B : Tujuan utamanya apa ya mas?

A : Dokumentasi pribadi mas

B : Silahkan menitipkan uang sebesar 130 ribu rupiah untuk retribusi masuk ke kawasan stadion maguwoharjo, kalau keberatan silahkan ke pemkab terlebih dahulu saja mas untuk mengurus ijin yang bisa terbit 3-4 minggu setelah apply

A : Wah saya kira gratis mas, biasanya juga masuk gitu aja juga ga dipungut biaya.

B : itu terserah njenengan aja.

A : (langsung starter cireng pergi dari sana, eh malah mogok. yowis benerin di pinggir jalan)

Yah cen sial kok kemaren kamis tuh, udah mah ga dapet foto, cireng mogok, eh ada yang bikin kesel lagi. Sesaat setelah saya berdebat dengan masnya, ada mbak mbak berfoto dengan luwesnya (lompat-lompat, pasang 2 jari di pipi, dll) di luar area stadion yang saya pingin foto. Wooooooooooooooooooooolah, kalo cewek aja boleh. -_______-

Cuma pengen foto di luar aja bayar? Sesuatu bangetย (img :ย ardhiansah.blogspot.com)

Well, unek unek saya juga sudah saya sampaikan ke pemkab sleman melalui surat pembaca. mbuh dibaca mbuh enggak, semoga bisa jadi masukan yang membangun. Helllooooo ruang publik kok yang dijadikan ruang bisnis, ย retribusi tersebut (bila memang ada) masuk ke kantong siapa ya kira kira? Memang benar kata orang orang bule yang pernah berkunjung kesini, di Indonesia sedikit sedikit harus bayar, sampai ada rekan di luar sana yang bilang “you have to pay for your pee” (pipis aja harus bayar :mrgreen: ).

Iklan

Penulis: Aluvimoto.com

dream achiever, pure motorcyclist, banker, food lover, motovlogger @ youtube "aluvimotocom" promosi & kerjasama email ke aluvimotoblog@gmail.com

52 thoughts on “Miris.. pungli di kandang sendiri”

  1. mbok oknume difoto pake tele.. trus dilampirkan ke surat pembacanya, minimal biar dikasih teguran karena bikin regulasi sendiri klo bener2 stadion harus steril dari kepentingan sipil tanpa surat ijin tanpa ada pengecualian sedikitpun…

    Suka

  2. ehm, mas dipo mungkin, ehm, badannya ehm udah six pack belum ya ? mungkin kalo udah kayak di L-men pasti deh dibolehin ma masnya itu :mrgreen:

    Suka

  3. lha saya cuma mau puter2 di dalem area aja -dalam rangka menghilangkan galau- suruh bayar 10ribu. padahal nggak ngapa2in.. ๐Ÿ‘ฟ
    kebetulan waktu itu lagi galau tingkat tinggi dan kebeneran motor lagi copot filter (karena mau ganti, tapi belum beli), saya geber2 muter2 di depan oknum sekaliah. ๐Ÿ‘ฟ :mrgreen:
    *sekali2 ngalay

    Suka

Menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s