Do & Dont dalam “ngingu” motor PGM-FI


Ngingu dalam bahasa indonesia diartikan sebagai memelihara. Kadang kala banyak dari kita cuma bisa beli dan pake tapi ga bisa ngerawat. Padahal perawatan penting lhooo buat menjaga performa si motor, dan tentunya harga jual kembali πŸ™„

Nah belakangan makin banyak bermunculan nih motor motor honda dengan sistem pengabutan bbm melalui cara spray atau simpelnya injeksi. Ga heran, soalnya akhir 2014 semua motor yang dijual honda di indonesia akan beralih menggunakan teknologi injeksi PGM-FI dan meninggalkan teknologi karburasi yang konvensional.

Si helmi sama risma, akur gan πŸ˜€

Kebayang dong berapa banyak perangkat elektronik dan mekanis yang saling bersinkronisasi untuk mendukung pencampuran bbm dan udara yang ideal, tentunya sesuai dengan kebutuhan mesin :mrgreen:. Canggihnya, sistem pengabutan pintar tersebut bekerja sekaligus belajar secara mandiri dengan menggunakan beberapa sensor, yang fungsinya kurang lebih mirip2 indra manusia.

Perawatan motor berkarburator dan injeksi sebenarnya tidak jauh beda, hanya saja kita dituntut lebih telaten. Berikut beberapa tips dari saya yang mungkin dapat berguna :

DO

  • Lakukan perawatan sesuai dengan jadwal service berkala di bengkel resmi honda (AHASS).
  • Selalu cek hal2 yang kelihatannya sepele seperti tekanan angin ban, tuas rem depan dan belakang, nyala lampu dan klakson, serta Malfunction Indicator Lamp (M.I.L) sebelum digunakan
  • Saat akan menghidupkan mesin, akan terdengar bunyi ngiiiiiiiiiiiiing dan lampu MIL berwarna oranye akan menyala. Tunggu hingga bunyi ngiiiiiiiiing berhenti dan lampu MIL tidak menyala, agar memberi kesempatan pompa bensin bekerja. Barulah silahkan anda menghidupkan mesin.
  • Bila lampu MIL menyala dengan kedipan tertentu, segera bawa ke AHASS terdekat untuk mendiagnosa masalah yang muncul.

Sesaat setelan kontak on, ada bunyi ngiiing dan MIL menyala sebentar Β 

DON’T

  • Mengganti sparepart yang berembel embel racing, contoh paling sering ditemui yaitu busi. Busi racing yang tidak sesuai dengan spesifikasi busi standar malah akan mempercepat usia motor untuk collapse dan biasanya merembet ke sparepart lain seperti kelistrikan.
  • Melakukan service rutin diluar AHASS, tidak semua bengkel diluar AHASS paham dengan skema injeksi PGM-FI honda, niatnya ingin hemat malah mlarat :mrgreen:
  • Melakukan modifikasi terkait kelistrikan. Ingat, sistem injeksi PGM+FI sangat bergantung pada kelistrikan. Menambah atau mengubah part lain misal klakson standar diganti toa dan sirbo :mrgreen:, meskipun pengisiannya bagus tapi kalau output yang harus dikeluarkan jauh lebih banyak ya tekor lah akinya πŸ˜†
  • Melakukan modifikasi apapun, karena jelas di pabrikan manapun, garansi kelistrikan, mesin, maupun sistem injeksinya akan langsung hangus bila motor yang dibeli dimodifikasi :mrgreen:

Posted from WordPress for BlackBerry murmer :mrgreen:

Iklan

Penulis: Aluvimoto.com

dream achiever, pure motorcyclist, banker, food lover, motovlogger @ youtube "aluvimotocom" promosi & kerjasama email ke aluvimotoblog@gmail.com

24 thoughts on “Do & Dont dalam “ngingu” motor PGM-FI”

Menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s