[Review] Chevrolet Spin Diesel LTZ M/T, fun to drive sekalee


Hello again, susah amat ya bagi waktu buat konsen nyari kerjaan sama blogging, padahal pesbukanmah tiap hari 😆 . Beberapa waktu lalu saya iseng mengikuti kuis di fanpage Chevrolet Indonesia. Salah satu syarat untuk mengikuti kuis yaitu harus mengisi form test ride di kota masing2. Okedeh akhirnya saya isi (sengaja milih spin, karena penasaran juga dari dulu), dan keesokan harinya saya dihubungi oleh Chevrolet yogyakarta, dan jadi deh review dadakan.

DESAIN

Untuk sebagian orang mungkin desain mbulet yang diterapkan pada chevy spin ini kurang menarik. Bisa dilihat dari antusiasme konsumen di Indonesia yang lebih bisa menerima suzuki ertiga dan honda mobilio (duo xeniavanza ga disebut karena saking banyaknya alias bosen 😆 ).

depan chevrolet spin aluvimoto

2 Grill terpisah khas chevrolet dengan hiasan krom di sekelilingnya sebenernya buat tampang jadi maskulin. Cuma karena bentuknya yang mbulet, kesan maskulin jadi hilang dan beralih ke kesan manis yang muncul ditambah dengan bentuk headlamp yang ga terlalu lancip dan ga terlalu mbulet.

Beralih ke samping, nothing special. Dalam artian desain seperti ini nyaman di mata masyarakat di indonesia. Yang rada nyleneh mungkin dari bentuk jendela pada pintu penumpang belakang yang seolah-olah menyerupai pilar B. Kalo dari samping malah mirip mini SUV kaya terios tapi bantet, atau sekilas malah mirip captiva versi mini. Desain velg racing 15″nya cukup oke dilihat, buat tampilannya makin penuh. Upsizing ke 16″kayanya bakalan tambah ganteng tuh :mrgreen:

INTERIOR

Masuk ke dalam kabin chevy spin ini berasa masuk ke kabin spaceship saking futuristisnya 😆 . Keren! Konsol spidometer digital berpadu dengan tahometer analog seperti halnya pulsar membuat siapapun bakalan terkesima, apalagi saat kontak on. LED backlight berwarna birunya makin membuat kental unsur modern.

interior 2 chevrolet spin aluvimoto

Begitupun dengan headunit yang digunakan, meskipun hanya double din biasa. Tata letak tombolnya yang minimalis, membuat siapapun gampang mengoperasikannya. Unsur minimalis juga dapat ditemui pada tombol pengatur AC

Untuk bagasi penyimpanan pada dashboard (tray) wih gede bener. cocok buat nyimpen benda benda berharga saat parkir, meskipun tidak disarankan 🙄

baris 2 chevrolet spin aluvimoto

Reclining terbatas T.T

Beralih ke bangku baris kedua dan ketiga, pada bagian plafon terdapat masing masing 2 blower dimana di tengah tengahnya terdapat tombol pengatur blower (baris kedua) dan lampu kabin (baris ketiga).

Satu hal yang sangat disayangkan padahal merupakan hal yang krusial adalah : reclining seat pada kursi baris kedua ini terbatas alias ga bisa rebahan seperti kompetitor, dan tentu ga bisa maju mundur :mrgreen: .

Saat saya tanya alasannya? Jawabnya demi safety penumpang. Eng…… Sebetulnya bisa saja dimodifikasi seperti yang ada di forum berikut. Namun apakah modifikasi tersebut akan menggugurkan garansi? Ga tau deh. Jangan sampai gara gara modifikasi jadi rugi sendiri (jadi inget kasus anaknya Hatta Radjasa saat menabrak grandmax yang kursi belakangnya dimodifikasi, yang disalahkan? yang memodifikasi 🙄 )

Duduk diatas kursi baris kedua nyaman banget, headroom maupun legroom masih lega. Diisi 3 orang dewasa saya pikir masih dapet nyamannya. Berbanding terbalik dengan kursi baris ketiga, kayanya ga cocok diisi orang dewasa. mirip mirip kaya datsun go+ yang tempo hari saya review

DRIVING EXPERIENCE

Duduk diatas kursi pengemudi pada chevy spin diesel LTZ yang saya coba, rasanya kinda agak kurang familiar bagi saya yang memiliki tinggi 176cm. Joknya agak keras namun tetap empuk, namun rasa rasanya seperti menaiki bangku bundar 🙄 . Nyaman namun yaa gitulah rasanya, mungkin kaget kali ya gara gara baru sekali ini nyobain mini mpv amrik :mrgreen:

Lanjut pada diameter stir yang bisa saya katakan lebih kecil alias compact dibanding rival-rivalnya. Berasa sporty jadinya. Sayang, posisi dashboard berasa lebih tinggi, sehingga kesan sporty tadi hilang dan jadi berasa naik nissan evalia/apv :mrgreen: . Meskipun jok dan stir sudah diatur sedemikian rupa sesuai postur tubuh saya, namun tetap saja rada tinggi dibanding kompetitor. Kelebihannya? Pandangan jadi jelas, bonnetpun juga keliatan xixixi.

kunci chevrolet spin aluvimotoBentuk kunci berimmobilizernya bagus, lebih good lagi kalo keyless 😆

Langsung saja saya hidupkan starternya. Langsung tau ini mesin diesel karena suara khasnya hehe. Oke kita puterin 1/4 ringroad untuk tahu performa dan handlingnya di jalan raya. Mengendarai kendaraan diesel emang nyaman banget, ga perlu rpm tinggi ujug ujug kecepatannya sudah tinggi.

Mesin turbodiesel commonrail 4 silinder 1300 cc nya yang menjadi primadona mengapa saya sangat tertarik dengan chevy ini. Dengan kisaran harga 200 jutaan On The Road Jogja, mesin yang dipasok dari Fiat memiliki potensi untuk jadi juara dalam hal Fuel Economy. Okelah tenaga hanya 75 HP, tapi torsinya bukan main, 190Nm!

Untuk menarik bobot 1.2 ton lebih dari cukup. Saat saya coba di ring road yogyakarta, sejak injak pedal gas di rpm 2000 keatas, langsung badan terasa tertekan ke dalam jok. Whehe ini dia yang saya nanti nantikan. Perpindahan transmisi manualnya halus, tidak ada miss shifting. Di kecepatan 100 km/jam rpm hanya bertengger di angka 3000 pada gigi 4 😆 . Gimana ga irit kalo gini caranya mah.

BBM yang digunakan untuk mesin diesel canggih ini harusnya ya Pertadex, Namun banyak dari konsumen pengguna spin diesel sebelumnya yang banyak menggunakan bio-solar (solar biasanya) dan tidak ada keluhan sama sekali. Untuk konsumsi BBM rata rata ada di kisaran 15-20 kmpl untuk rute kombinasi dalam maupun luar kota.

Untuk handlingnya, suspensinya cukup keras mungkin karena hanya diisi 2 orang kali ya. Namun untuk gejala limbung tidak ditemui pada mini MPV ini. Hasilnya bisa ditebak, pengendalian presisi meskipun diameter stir tidak sebesar rival rivalnya.

Oiya redaman suara dalam kabin saat di jalan cukup wokeee. Kualitas suara yang dihasilkanpun jernih, bass dan treblenya balance banget

Thx to Chevrolet Yogyakarta. Besok nyobain coloradonya ya :mrgreen:

Iklan

6 responses to “[Review] Chevrolet Spin Diesel LTZ M/T, fun to drive sekalee

  1. Serius itu row 3nya kayak datsun go+??
    Stau saya sih datsun go+ row3 nya mentok di tinggi orang 155cm. Apa worthed spin harga 2 kalinya datsun go dpt row3 yg 11-12 ama datsun go??

    Suka

Menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s