Pilih mana Syma X8C (ventura) / tarantula X6


Aluvimoto.com. Hmmm… Sebenernya artikel iseng ini nongol gara gara mempersiapkan si somay biar bisa terbang, alias weekend project #2 . Bila di weekend project #1 kita buat gimbal 2 axis handheld, maka di #2 ini kita pasangkan ke RC murmerceng yang kedepan saya sebut drone.

Seringkali dipermasalahkan kala RC yang bukan bercap DJI “haram” hukumnya disebut drone bagi sebagian user DJI khususnya di Indonesia (padahal di luar ga ada masalah, memang dasarnya sebagian kecil orang indonesia kebanyakan mempermasalahkan hal hal kecil. Mungkin kebanyakan nonton gosip πŸ˜† )

Padahal kalo diliat arti dari drone sendiri kata mbah google seperti ini :

Unmanned aerial vehicles (UAVS), also known as drones, are aircraft either controlled by ‘pilots’ from the ground or increasingly, autonomously following a pre-programmed mission.

Seperti yang dibilang mbah google, its ok RC apapun disebut drone karena memang dikendalikan oleh seorang pilot. Nah bila pada DJI Phantom maupun Inspire, Walkera, Ghost, dll disertai dengan adanya GPS, jadinya kaya beda kasta πŸ˜† . Padahal intinya ya sama aja, cuma beda pemrograman doang sehingga lebih User friendly

Kali ini kita lagi nyari RC quadcopter yang memiliki flight time lumayan lama, ringan, dan yang penting bisa ngangkat action cam + gimbal tapi ga mahal mahal banget. Budget kita max adalah 2 juta rupiah. Hasil screening baik dengan searching di youtube maupun reviewers RC di luar negeri, muncul 2 kandidat yakni Syma X8C dan Tarantula X6

Syma X8C aka ventura

syma x8c indonesia aluvimoto

Drone ini memiliki fisik mirip dengan dji phantom series namun ukurannya agak lebih kecil kalo ga salah liat. Bodinya yang membulat membuat pengendaliannya lebih nyaman saat mengambil gambar . maupun video. Berikut speknya :

Item Name: Syma Venture
Item Number: X8C
Function: Up / down, left / right sideway fly, forward / backward, turn left / right, built – in 6 axis gyro, 360 degree 3D fly and special functions (continuous rolling) , with camera
Battery 7.4V 2000mAh Li-on(included)
Suitable cameras for this Quadcopter: Normal flight cameras and sports DV cameras
Flying time: 7mins
Charging time: About 200mins
Controlling distance: 50m
Battery for controller: 4 x AA battery (not included)
Product size: 50 x 50 x 19 cm
Box size: 74 x 35 x 13 cm
Frequency: 2.4G

Cukup menjanjikan, tapi dari review yang saya baca ternyata setelah dipasang action cam dan gimbal jadi kelewat boros, flight time jadi 3 menit. Dan max altitude yang bisa diraih ga secepat rivalnya. Berat bersih (dengan baterai, kamera bawaan & propeler) berkisar 612 gram. Di pasaran dijual dengan harga 1,5 jt rupiah.

Tarantula X6

New-YiZhan-Tarantula-X6-2-4G-4CH-RC-Quadcopter-Plane-With-2MP-Camera-aluvimoto

Nah bila SYMA X8C mengambil model yang mirip dengan DJI Phantom, Tarantula X6 berbentuk seperti halnya tarantula πŸ˜† . Ceking tapi lebar. Dengan bodi yang singset, ga heran kalo manuverabilitynya sangat agresif. Banyak reviewer yang nggumun dengan kecepatan maupun manuver si tarantula ini.

Brand Name: YiZhan
Item Name: Tarantula X6 Camera Drone
Item NO.: X6
Color: Black white,Blue White
Control Distance: About 100m
Charger Time: About 90mins
Flight Time: 8mins
Battery: 7.4V 1200MAH Li-Po 30C
Quadcopter Size: 47.5cm*25.3*cm(included cover)
Weight: About 310g
Remote Control: 4 x AA battery (not included)
Certification: 7P RTTE EN71

Beratnya cuma 310 gram coy, separonya Syma X8c padahal harganya beda 500ribuan :mrgreen: . ga heran flight timenya jadi lebih lama. Hanya saja untuk baterainya kudu diupgrade agar bisa lebih “aman” ngangkut gimbal dan action cam :mrgreen:

Kayanya sih bakalan ambil Tarantula, karena price to valuenya lebih worthed Tarantula. Beberapa update yang mungkin bakalan kita lakukan setelah menebus si tarantula X6 ini antara lain :

  1. Menelanjangi cover, weight reduction bro πŸ˜†
  2. Mengganti dudukan brushless dinamo dengan bearing/laher biar gesekannya minim. Jadinya terbang lebih cepet, panas lebih minim, awet deh brushless dinamonya
  3. Mengganti baterai bawaan dengan ampere yang lebih gede tapi bobotnya sebisa mungkin ga lebih berat dari bawaan. Agar lebih lama flight timenya

Tentunya menggunakan drone murah ini tidak lepas dari risiko yang ada seperti crash maupun lost. Berbeda dengan drone berGPS maupun sonar yang bisa stabil dan “aman” karena bisa diprogram seperti safe flight, return to home, dll, nah di drone murah ini fully controlled by human. Jadi banyaklah berlatih menggerakkan jempol dengan perlahan πŸ˜†

Iklan

Penulis: Aluvimoto.com

dream achiever, pure motorcyclist, banker, food lover, motovlogger @ youtube "aluvimotocom" promosi & kerjasama email ke aluvimotoblog@gmail.com

23 thoughts on “Pilih mana Syma X8C (ventura) / tarantula X6”

      1. ada headless mode, one return key (ga pernah akurat kalo pake ini πŸ˜† ), lebih enteng, batre lebih gede, apalagi ya. Mau buat reviewnya tapi kok udah sering crash wkwkwk πŸ˜†

        Suka

Menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s