Aluvimoto.com . Satu hal yang paling menyenangkan saat bersepeda adalah pada saat shifting. Yak shifting alias memindahkan gigi transmisi memang jadi kenikmatan ga hanya saat mengendarai bus, mobil, ataupun motor. Jika di kendaraan tersebut hanya terbatas 8 speed, beda halnya dengan sepeda yang mampu 33 speed karena paduan kombinasi gear depan maupun belakang
Masih soal shifting di sepeda, prinsip ono rego ono rupo juga berlaku. Nyobain shifting di groupset shimano tourney, acera, altus, alivio, hingga ultegra ternyata memang beda beda rasanya. Makin mahal makin responsif .Yang perlu diingat semuanya mekanis alias terhubung via kabel/ sling. Tapi ada juga lho yang elektronik alias dipadukan dengan campur tangan komputer, seperti halnya pabrikan Suntour yang tahun 90 merilis Browning Electronic AccuShift Transmission (SunTour BEAST).
Ga mau kalah, 1 dekade berikutnya di tahun 2000 Shimano merilis prototype Di2, yang versi massalnya baru dirilis tahun 2009 lalu dan digunakan di Tour Of California ,. Popularitas Di2 makin menjadi saat flagship groupset Shimano disertai dengan electronic shifting dengan embel embel Di2, seperti groupset roadbike Ultegra dan duraAce, MTB XTR, hingga citybike dengan Alfinenya π
Electronic shifting juga menghadirkan keseruan baru saat shifting yakni adanya suara seperti robot, bip bip . Pada Intinya komponen penunjangnya hanya berupa groupset yang ditambah Wireless controller/shifter, receiver untuk menggerakkan front maupun rear derailer, dan yang terpenting adalah cpu atau otak elektronik untuk menggerakkan FD maupun RD π‘
Keuntungan dari Electronic shifting yakni lebih presisi, lebih cepat, lebih enak diliat karena ga banyak kabel sliweran, keausan part penggerak lebih minim (karena lebih halus shiftingnya), dan yang terakhir lebih enteng .
Kerugiannya ada pada daya tahan baterainya. Untuk Di2, berdasarkan testimoni bule yang suka nyepeda di luar negeri sono bisa nempuh 6000 mile hanya dalam 2x charging. Reabilitasnya masih dipertanyakan mengingat ada elektronikanya, dan yang terakhir adalah jauh lebih mahal dibanding harga groupset flagship π
Selain Shimano Di2 series, banyak juga pabrikan yang merilis komponen electronic shifting seperti SRAM RED eTap yang posisi baterainya unik, yakni jadi satu dengan rear derailernya π . SRAM RED eTap ini baru akan dirilis musim semi 2016 iniΒ di kisaran harga Euro 1.180 π
Aku sih tourney π₯
SukaSuka
saya baru tau setelah membaca artikel ini.. π
https://lamikgemini.wordpress.com/2016/02/18/dua-desain-konsep-motor-yamaha-yang-belum-dipakai/
SukaSuka
kok lucu π . bisa bunyi segala . biar kerasa kali ya kalo udah ganti gigi .
SukaSuka
Blognya mantap, terima kasih informasinya seputar kemobilan. Monggo jalin silaturahmi di kalangan sesama anak bangsa ACADEMIC KITA
SukaSuka
tak kira simano pertamax,, serem dah regane
SukaSuka
hediaaan juragan galau
SukaSuka