Mengenal throttle by wire pada Honda CBR 250 RR


Aluvimoto.com. GIIAS 2016 kemaren memang berkesan banget, apalagi pas ngeliat langsung honda CBR 250 RR yang rumornya bakalan dijual diatas 60 jetian atau head to head dengan Kawasaki Ninja 250 R ABS ๐Ÿ™„ . Bicara value, kalo misalnya harga fixnya sama (misal CBR 250 RR non ABS harganya sama dengan Ninja 250R ABS) maka CBR 250 RR ini bakalan menang telak. Gila Aja Upside down, Led Light, Riding mode, Floating disc jadi fitur standar yang ga ada di Ninja. Satu fitur “killer” adalah Throttle By Wire, yang jelas jelas tercantum dalam decals CBR 250 RR ๐Ÿ™„

aluvimoto001-20160830throttle by wire cbr 250 rr

Apa itu Throttle by wire? Sebenernya ini termasuk dalam Electronic Throttle Control. Lazimnya ditemui pada pesawat udara, karena untuk mengatur kecepatan tiap tiap turbin sangatlah tidak efisien kalo menggunakan kawat/kabel sebagai perantara antara mesin dan si pilot :mrgreen: . Nah di tahun 90an sudah banyak mobil yang menganut teknologi ini dengan sebutan “Drive By WIre”. Makin maju teknologi, akhirnya diterapkan juga di motor yang pertama kali mendapat sentuhan Throttle by wire adalah Yamaha R6 melalui YCCT (Yamaha Chip Controlled Throttle) di tahun 2006 lalu.

Pada dasarnya throttle by wire ini ada 3 part penting yang berperan yakni :

  1. Accelerator / actuator
  2. Electronic Control Modul (ECM) atau bisa juga terintegrasi dengan ECU
  3. Motor / servo untuk menggerakkan buka tutup valve pada throttle body

Nah pada accelerator atau grip gas, di sekujur stator (bagian yang diam) terdapat sensor sensor yang membaca pergerakkan putaran gas. Makin grip gas dibejek dalem makin kuat sinyal yng diteruskan. Sinyal ini berupa arus listrik ya, yang diteruskan ke ECM. Intinya actuator ini sebagai pengubah gaya mekanis (berupa putaran grip gas) menjadi sinyal elektrik.

aluvimoto002-20160830throttle by wire cbr 250 rr

Nah “data” yang dhasilkan oleh Actuator ditangkap oleh ECM. ECM inilah yang biasanya dimainkan oleh pabrikan sehingga ada yang namanya Riding Mode, Anti Wheelie System, Traction Control, Launchstart System, dll. Intinya ya ECM ini yang mengatur bagaimana si servo pada valve dalam throttle body itu bergerak. Apakah selaras, atau tidak selaras :mrgreen:

Jadi jangan heran kalo di CBR 250 RR ini adaย  Riding Mode. Bukan tidak mungkin kalo nantinya aftermarket ECM bakalan membuka semua “potensi” yang ada pada CBR 250 RR. Quickshifter juga bisa banget lho dipasangin :mrgreen:

aluvimoto001-20160830throttle by wire cbr 250 rr

Untuk kelebihan dari Throttle by wire, kinerja mesin bakalan bisa lebih nyatu dengan yang mengemudi. Ga heran kalo taglinenya total control ๐Ÿ™„ . Belum lagi kalo bicara konsumsi BBM yang bakal lebih hemat (kalo dipatok di riding mode ECO ๐Ÿ˜† ), karena bukaan gas bakalan disesuaikan dengan kebutuhan mesin :roll:. Terakhir, bakalan bebas ganti kabel gas yang sering putus gara gara rugi mekanis yang terjadi (gaya gesek antara kabel dan tube.selang kabel gas).

Kelemahannya ? Mahal kalo rusak komponennya ๐Ÿ˜† , yakin deh bakalan digaransi juga nih 3 part diatas oleh Honda :mrgreen: , bisa juga softwaremalfunction/error meskipun rasio terjadinya kecil. Kecil kemungkinan feel bukaan gas sama raungan mesin terlambat alias delay. Yang dikhawatirkan kalo misalnya lagi enak2 ngegas eh trouble softwarenya, kalo ga manteng terus gasnya, ya mati ndadak -____- . .

Overall, dengan fitur sedemikian banyak cocok lah bagi yang pengen naik kelas ke 250cc dual silinder. Kalo saya? mending ambil ER6 2nd wkwkwkwk ๐Ÿ˜†

 

Iklan

Penulis: Aluvimoto.com

dream achiever, pure motorcyclist, banker, food lover, motovlogger @ youtube "aluvimotocom" promosi & kerjasama email ke aluvimotoblog@gmail.com

4 thoughts on “Mengenal throttle by wire pada Honda CBR 250 RR”

  1. gak value, mending moge seken atau motuba atau 250cc lokal ekspor yang juara ARRC whatsoever..
    kebanyakan elektrikal kalau rusak error mahal nyusahin owner.. fitur fitur yang gak guna juga di 250..

    Suka

  2. Yup, setuju sama kutipan terakhir. Toh punya CC segede itu saya rasa kurang value buat kuda sehari-hari perjalanan lebih 200km/hari seperti saya (PP). Mending pake sabtu minggu doang. Er6 2nd buat weekend + sport 150cc apa aja buat kerja. Duit segitu kenapa kaga beli mobil aja? Hmmm, belum jadi kebutuhan krn belum nikah dan bisa minjem punya bokap. Wkwk

    Suka

    1. Whahahaha ternyata banyak juga temennya yang mikir kaya gitu. Saya malah pengen nambah er6 dulu nemenin nmax, buat dipake weekend. Soalnya mobil belom jadi prioritas. Kalo mo punya anak baru mikir2 ๐Ÿ˜‚

      Suka

Menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s