Dukun series : Mengapa Bus AKDP gitu gitu aja?


Aluvimoto.com. Naik bis memang buanyak banget ceritanya. Nah kali ini saya bakalan roleplay jadi seorang dukun pas saya ngamati bus AKDP (antar kota dalam provinsi) sabtu lalu. Kebetulan lagi ada keperluan ke daerah parangtritis yakni ambil cireng yang lagi berobat πŸ˜‚. Karena bosen pake gojek (kasian sebenernya), maka saya iseng ngebis dari terminal giwangan jogja menuju parangtritis.

Nyampe di terminal sekitar pukul 3 sore, eeee dilalahnya baru ada jam setengah 4 yang berangkat. Jadinya mau gamau nunggu setengah jam πŸ˜‚. Karena gabawa kamera, yawis di terminal cuma nongkrong liatin bis daripada bengong. Ada SRGS 68 yang baru dateng dari cilacap, ada juga po Haryanto yang pake karoseri langka trisakti infinity double glass πŸ™„

Balik lagi jadi dukun. Saat saya liat bus bus AKDP sedih banget ya, rata rata bisnya kurang terawat baik mesin, eksterior, maupun interiornya. Supir dan keneknya-pun sudah sepuh semua. Kita mainan asumsi ya sekarang.

Kira kira kenapa ya kok armada dan crewnya seperti diatas? Apakah karena ga ada regenerasi? Jaman now apa ada sih yang pengen jadi supir bus πŸ™„ , apakah koperasi yang mewadahi bus-bus tersebut tidak berkembang?

Jawabannya baru saya ketahui saat saya berangkat. Dari terminal giwangan, hanya saya sendiri yang naik. Penumpang baru mulai memenuhi kursi bus berpenumpang maksimal 24orang saat ngetem di jalan parangtriis. Rute busnya pun menurut saya sengaja “dialirkan” melewati pasar pasar yang ada di sekitar ringroad yakni pasar telo, dan pasar prawirotaman. Hampir 80% penumpangnya sudah sepuh.

Disini yang menarik, tarif trayek disini tidak dibatasi, dan bisa dibilang seikhlhasnya dan setegelnya.

Saya sendiri jujur ndak tau berapa patokan tarif yang saya harus bayarkan. Yang saya bayar adalah 20rb untuk jarak 16km dari terminal.

Nah untuk yang sepuh-sepuh tadi nominal pembayaranpun beragam. Ada yang hanya 2000 rupiah (seriusan πŸ˜‚) padahal jaraknya lumayan jauh. Well mungkin kalo diberlakukan tarif jauh dekat sama (misal katakanlah 15000) bakalan sepi kali ya busnya, dan yang jelas bakalan didemo sama pedagang di pasar πŸ˜‚

Seharusnya memang ada batas tarif bawah maupun tarif atas untuk trayek AKDPm mungkin dibuat semaxam kaya argo taxi, 5km Pertama Rp8000, selanjutnya sesuai dengan keikhlasan penumpang πŸ˜‚

Satu hal lagi penyebab mengapa usaha bus AKDP ini ga berkembang, tentu karena kemajuan jaman. Dengan ojek online pun, selain lebih cepat tarifnya sesuai dengan apa yang dibayar. Saya coba pake gojek, tarifnya 26000. Hmmm….

Yah semoga ada solusi dari Dishub, maupun pihak pengelola soal kebijakan tarif ini. Saya takut nantinya bakalan tutup trayek2 “sepi”, padahal pasarnya ada

Iklan

Menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s