Antara knalpot, lingkungan hidup, dan nasib pengrajin knalpot (II, end)

Menyambung tulisan lalu, sebenernya ada alternatif yang bisa ditempuh biar para pengrajin knalpot bisa ngebul dapurnya, lingkungan hidup & bahan bakar fosil lebih terjaga, dan tentunya polusi suara bisa ditekan habis-habisan! Tadaaa… This is it Yoshimura R-77 Exhaust. “Knalpot motor masa depan”, itu kata motorcyclist

Yoshimura R 77 Exhaust

Yoshimura R-77, agak aneh untuk sekarang tapi beberapa saat lagi? who knows? 🙂

Lanjutkan membaca “Antara knalpot, lingkungan hidup, dan nasib pengrajin knalpot (II, end)”

Iklan

Antara knalpot, lingkungan hidup, dan nasib pengrajin knalpot (I)

Setelah menjalankan mudik ke kampung tepatnya di gegerkalong bandung, ada hal menarik nih yang saya amati saat di perjalanan. Banyak bener dah orang yang mudik pake motor, mulai dari pitung (c70) sampe ninja 250. Rata-rata pemudik motor berboncengan (bonceng bahasa indonesianya apaan ya? :mrgreen: ) 2 hingga 3 orang, biasanya sih yang 1 motor muat 4 orang ya yang ikutan KB :lol:. Uniknya nih, banyak pemudik motor yang mengganti knalpot standarnya dengan knalpot aftermarket/freeflow/racing harapannya mungkin bisa ngail tenaga motor lebih tinggi buat nyeimbangin barang bawaan yang buanyak. inget  just wondering  lho ya, mboh faktanya kaya gimana.

Mudik 2011 :  motor merajalela

Lanjutkan membaca “Antara knalpot, lingkungan hidup, dan nasib pengrajin knalpot (I)”

Knalpot Pulsar Gemrincing? Ini Solusinya

Ga kerasa udah hampir 2,5 taun pakai pulsar alias cireng :D.  Sekarang odometer menunjukkan angka 33.028 km, lebih boros kilometernya dibanding si karisma item produksi 6 tahun lalu. Mungkin gara-gara memang buat bolak balik kampus kali ya? Nah, 2 bulan lalu muncul sedikit trouble di cireng yaitu munculnya suara gemrincing di knalpot. usut punya usut ternyata memang udah bawaan lahir knalpot pulsar bila dilihat dari banyaknya kasus via searching di dunia maya.


Cireng pas masih baru barunya 😀

Lanjutkan membaca “Knalpot Pulsar Gemrincing? Ini Solusinya”