(Cerita Mudik ’15) Jangan mudik pake motor . . . .

Aluvimoto.com. Lama ga update, maklum hari raya idul fitri tahun ini begitu spesial karena supirnya harus diimpor langsung dari surabaya πŸ˜† . Kali ini kita bakalan sharing mengapa mudik menggunakan sepeda motor is a bad idea. Saya aja yang menggunakan roda 4 untuk mengikuti ritual tahunan ini aja harus berulang kali istirahat biar ga ngantuk. Jauh sebelum itu, mobil juga dipersiapkan agar tetap prima selama menempuh perjalanan jauh.

Mudik dengan motor memang sangat ekonomis, pake bebek aja ga nyampe 100 ribu bisa nempuh jogja-jakarta (dengan bebek :mrgreen: ). Kalo untuk yang masih belum punya tanggungan sih silahkan-silahkan saja. Tapi kalo yang sudah mempunyai momongan, SANGAT TIDAK DISARANKAN. Alasannya:? Cekidot . . . .

1. Serba terbatas

Hanya muat 2 orang, itupun dengan bawaan maksimal dengan backpack. Kalopun pake box, gunakan braket dan box yang berkualitas tanpa harus membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Cuma di indonesia nih, bambu yang dulu digunakan untuk berjuang melawan penjajah, sekarang tiap tahunnya juga dipake sebagai penyangga barang bawaan πŸ˜†

CIREBON, JABAR, 5/9 - ARUS MUDIK. Sekeluarga pemudik bersepeda motor melintas di kawasan pantura, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (5/9). Memasuki H-5 Hari Raya Idul Fitri 1431 H arus lalu lintas masih relatif lancar meski sudah terjadi peningkatan jumlah kendaraan para pemudik pengguna jalur Pantai Utara Jawa (Pantura). SINDO/YULIANTO

Ingat prinsip tuas/jungkat jungkit? yah bayangin sendiri dah kalo muatannya ditaro paling belakang dan berat. Gampang wheelie kayanya πŸ™„

2. Minim pengalaman & etika berlalu lintas

Naik motor juga ada jam terbangnya lho. Meskipun jam terbang tinggi, tapi belum tentu attitude dan pemahaman aturan lalu lintas lantas jadi warbiyasah. Baca lebih lanjut