Damn I love this bike, GW250/GSR250/Inazuma

Iseng ngikutin kabar touring suzuki inazuma (gw250/gsr250) pasca release di bulan oktober lalu, ternyata mampir juga nih rombongan di kota gudeg. Cukup lama sudah penantian saya akan sosok asli motor ini, soalnya dari dulu hanya bisa nonton di youtube. Yang paling dinanti jelas, suara merdu bin stereo khas 2 torak masbro 🙄

Bertempat di pelataran hotel ambarukmo, rombongan inazuma beserta para rekan dari komunitas suzuki thunder tiba dengan sedikit “atraksi” wheelie. Swiiinnnnnnnnggg…. haluss bener mesinnya, sepintas mirip pulsar suaranya hanya lebih merdu di telinga. Begitu kelar terparkir rapi, langsung saya minta izin ke panitia dan rider salah satu inazuma untuk nyicipin inazuma

Lanjutkan membaca “Damn I love this bike, GW250/GSR250/Inazuma”

Iklan

Ajang showoff motor klasik di Djogja International Classic Bike Show 2012

Djogja International Classic Bike Show (DICBS)

Minggu 24 juni, saya dan boncenger berkesempatan hadir di gelaran akbar Djogja International Classic Bike Show (DICBS) 2012. Ada sedikit gelo (apes) juga sih gara-gara kecelik masuk  ke gelaran automotif yang berisikan motor2 dan mobil2 baru. Saya kira tiket yang saya bayarkan terusan dengan DICBS, ealah ternyata beda kepengurusan, akhirnya kudu merelakan duit 2 x 10.000 deh… :mrgreen:

Lanjutkan membaca “Ajang showoff motor klasik di Djogja International Classic Bike Show 2012”

[Spyshoot] Sport teralis nongol di jogja

Lagi bantu2 dokumentasiin acara bagi bagi flyer yang bertajuk ” No texting/calling/chatting while driving/riding” di km 0 kota yogyakarta tercinta, dari arah selatan nongol sesosok penampakan si sport teralis yang beberapa waktu ini booming di jagad blogsphere.

Niat pengen beda dari motor lain tentu sudah menggebu gebu di pengendara suzuki thunder diatas. bodi belakang dicopot dan digantikan teralis seperti halnya frame jadi jadian khas tralis, cukup membuat orang terperanga :D. Jogja jos :mrgreen:

Woalah, fuel consumption test ECE R 83-04 dilalahe based on EURO 2 to

Banyak pabrikan mengklaim konsumsi bahan bakar dengan berbagai metode, mulai dari muterin sirkuit, full to full (penggunaan harian), maupun yang lebih canggih ECE R 83-04. Pada dasarnya metode terakhir yang paling kerap digunakan berbagai pabrikan dengan alasan lebih berguna bagi pabrikan karena selain dapat mengetahui  konsumsi bahan bakar, juga dapat menampilkan berbagai informasi gas buang yang dihasilkan. Selain itu juga menghemat waktu serta biaya, IMHO.

Setelah googling, dilalahe metode tersebut merupakan metode standarisasi yang menganut EURO 2 (salah satu standar emisi yang dikeluarkan oleh Komisi Eropa pada tahun 1996 yang menjadi standar di berbagai belahan dunia). Kenapa bukan EURO 3,4,5,ataupun 5+ yang digunakan? Jan jane prosedurnya mirip, hanya saja ambang batas yang diperbolehkan diperketat. Di indonesia sendiri ada juga batasan emisi yang distandarkan, yaitu melalui Permen LH No. 04 / 2009 Tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru. Idealnya prosedur tetap mengacu pada EURO 2, akan tetapi batasan yang digunakan haruslah sesuai dengan peraturan pemerintah diatas.

Lanjutkan membaca “Woalah, fuel consumption test ECE R 83-04 dilalahe based on EURO 2 to”

Parade motor cacingan, “Ga kuat beli velg + ban orsi mas T.T”

Semoga pada sadar dah 🙂

Meledaknya populasi manusia di Indonesia selain membuat populasi kendaraan sepeda motor makin banyak juga membuat permintaan konsumen (consument demand) makin variatif. Motor yang telah lama diriset sebelum dirilis ke pasaran ternyata masih belum memenuhi hasrat para penunggangnya. Sejak dahulu pihak produsen tentu telah menciptakan pembeda dari produk kompetitor selain fungsi utama sepeda motor itu sendiri yang pada awalnya sebagai alat transportasi, seperti fasilitas, teknologi, gaya, dll. Kembali lagi ke awal, dimana manusia itu pada dasarnya tidak mengenal kata puas, selalu ingin lebih daripada yang lain -__-

Lanjutkan membaca “Parade motor cacingan, “Ga kuat beli velg + ban orsi mas T.T””

Bimasakti, mobil balap geledek UGM punya. nyuusss sakpole!

Jalan jalan ke youthfest 2011 yang bertempat di Jogja Expo Center (JEC) sabtu kemarin buat liat liat lifestyle anak muda sekarang nemu satu booth dari teman2 teknik mesin yang mendisplay berbagai karya yang tentunya telah memiliki prestasi. Satu karya hasil kerjasama antara teman2 teknik mesin dan teknik industri Fakultas Teknik UGM yang telah membawa nama Indonesia ke jepang adalah Bimasakti. Yapp, mobil balap yang menggunakan mesin suzuki gsx 250 alias thunder 250 dan tentunya telah ditingkatkan kapasitas mesinnya menjadi 322 cc ini sanggup menembus kecepatan hingga 160 km/jam. What a great job 😀

Aseli keren :mrgreen:

Lanjutkan membaca “Bimasakti, mobil balap geledek UGM punya. nyuusss sakpole!”

Safety Riding Course, dimanaaa… dimana…. dimanaaaa

Boleh dikatakan media audio visual seperti televisi & internet memegang peranan penting dalam berbagai hal. Politik? Masuk. Life Style? Masuk juga, dll. Contoh paling simpel nih yang belakangan ini  sempet booming yaitu pelafalan kata “alhamdulillah yah” dengan intonasi khas Syahrini :mrgreen:. Entahlah, kalo dari yang saya amati “trend” pelafalan tersebut sepertinya bakal awet sepanjang jaman, bisa dilihat dari banyaknya orang yang mulai terserang “wabah” pelafalan Tasbih ala Syahrini :D.

Ngajak orang untuk terus bersyukur  😀

Lanjutkan membaca “Safety Riding Course, dimanaaa… dimana…. dimanaaaa”